Fibozona
novel

Anak Bungsu yang Tak Dianggap

📅 01 Jul 2026 âœī¸ Aguk Irawan MN 📂 Fiksi âąī¸ 2 menit baca
Anak Bungsu yang Tak Dianggap

Tidak semua anak bungsu lahir sebagai kesayangan keluarga.

Sejak membuka mata untuk pertama kali, Rahim justru menjadi anak yang tak pernah diinginkan. Ketika empat kakaknya berangkat sekolah dengan seragam rapi dan bekal penuh, Rahim memikul cangkul yang lebih berat daripada tubuh kecilnya. Saat mereka menikmati kasih sayang orang tua, ia hanya mengenal bentakan, hinaan, dan piring-piring bekas yang bahkan tak selalu boleh disentuhnya.

Ia dilarang sekolah.

Ia tak pernah diajari mengaji.

Bahkan rasa lapar pun harus dipendam seorang diri di tengah ladang yang membakar kulitnya.

Namun Rahim tidak pernah membenci. Di balik wajah kecil yang lusuh, ia menyimpan hati yang begitu bersih. Ia tetap memanggil ayah dan ibunya dengan penuh hormat, tetap berharap suatu hari mereka akan memandangnya sebagai anak, bukan beban.

Di saat seluruh dunia seolah menolaknya, hanya seorang lelaki tua bernama Kiai Na'im yang melihat cahaya luar biasa dalam diri bocah itu. Dari tangan renta sang kiai, Rahim mulai mengenal kasih sayang, ilmu, dan makna kehidupan. Perlahan, takdir yang selama ini tampak kejam mulai membuka rahasia besar yang selama bertahun-tahun disembunyikan.

Mengapa Rahim begitu dibenci oleh keluarganya sendiri?

Dosa apakah yang sebenarnya sedang ditanggung kedua orang tuanya?

Dan ketika kebenaran akhirnya terungkap, mampukah sebuah keluarga menebus luka yang telah mengering menjadi takdir?

Anak Bungsu yang Tak Dianggap adalah roman keluarga yang mengiris hati tentang ketidakadilan, cinta orang tua, pengorbanan, dan kekuatan doa seorang anak yang tak pernah berhenti mencintai mereka yang telah melukainya.

Sebuah kisah yang akan membuat pembaca marah, menangis, lalu belajar memaafkan.

Karena terkadang, anak yang paling sedikit menerima cinta justru tumbuh menjadi manusia yang paling mampu mencintai.

📖 Daftar Bab

🎉 SEMUA BAB GRATIS! Tidak perlu koin untuk membaca.
Bab 1: Senandung Ciblek di Pagi Hari
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 2: Mata yang Berkaca-kaca
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 3: Menerima Tawaran
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 4: Teringat Kembali
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 5: Desas-Desus
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 6: Mencipta Ruang
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 7: Tutuplah Telingamu
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 8: Wuryani dan Anak-Anaknya
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 9: Bintang yang Jatuh
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 10: Menuju Kepastian
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 11: L a b r a k
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 12: Mbah Na'im
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 13: Kepulangan Muniri
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 14: Jaman Goro-Goro
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 15: Surat Wuryani kepada Anaknya
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 16: Gerimis Hati Muniri
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 17: Hati yang Bergeser
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 18: P a n g k u r
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 19: Kelahiran Kembali
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 20: G a n d r u n g
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 21: Pulang ke Tegal Jadin
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 22: Kelahiran Rahim
🎉 Gratis 📖 Baca
Bab 23: Tamat
🎉 Gratis 📖 Baca

📖 Baca Juga:

📖 Sastra 📚 Umum 💭 Opini 📰 Berita